Cryptocurrency, Mata Uang Virtual Bernilai Fantastis
Posted on May 16, 2018

Seiring dengan berjalannya waktu, kemajuan teknologi digital seolah tak dapat dibendung. Inovasi terus bermunculan, memengaruhi kehidupan manusia modern. Banyak penemuan di bidang teknologi yang secara tidak langsung menciptakan perubahan bagi kestabilan moneter, hal tersebut juga erat kaitannya dengan cryptocurrency. Tapi, apa itu cryptocurrency?

Walaupun cryptocurrency sudah ada sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu, namun rasanya sulit untuk mencari padanan kata yang cocok dari cryptocurrency dalam KBBI. Jika ditinjau secara harfiah, cryptocurrency dapat diurai dari kata cryptography yang berarti kriptografi/kode rahasia dan currency yang berarti mata uang. Maka, dapat disimpulkan bahwa cryptocurrency adalah sebuah teknologi membuat mata uang digital dengan melibatkan disiplin ilmu yang berkaitan dengan sistem keamanan atau kode-kode rahasia.

Berbeda dengan mata uang kertas yang dicetak, cryptocurrency dirancang oleh David Chaum–seorang doktor ilmu komputer administrasi bisnis lulusan University of California, Amerika Serikat–dengan sebuah algoritma yang sangat aman dan memungkinkan dilakukannya enkripsi dalam melakukan transaksi dana elektronik.

Dewasa ini cryptocurrency sangat marak dikembangkan oleh berbagai perusahaan team engineer di berbagai belahan dunia. Banyak sekali cryptocurrency yang beredar di seluruh dunia. Berdasarkan data dari coinmarketcap.com, ada lebih dari 1.600 cryptocurrency yang tercatat dengan total nilai kapitalisasi pasar yang berbeda-beda. Bahkan Google Ventures juga berinvestasi pada salah satu teknologi cryptocurrency. Beberapa cryptocurrency yang juga merupakan mata uang virtual dengan total terbesar saat ini adalah bitcoin, ethereum, ripple, litecoin, cardano, dan NEO.

Diantara banyaknya cryptocurrency yang ada, bitcoin mendapatkan perhatian paling banyak dan menguasai kapitalisasi cryptocurrency. Bitcoin sendiri merupakan mata uang virtual yang diciptakan pertama kali oleh anonymous yang mengaku sebagai Satoshi Nakamoto dan diluncurkan ke publik secara sumber terbuka (open source) pada tahun 2009. Jenis transaksi yang digunakan bitcoin adalah sistem peer – to – peer “P2P” yang memperkenankan pihak-pihak yang saling berinteraksi satu sama lain secara langsung.

Sebagai salah satu jenis cryptocurrency yang digandrungi oleh pasar , tentunya bitcoin memiliki beberapa kelebihan. Sebagai contoh, bitcoin memiliki metode cold storage yang berfungsi untuk melindungi mata uang dari kemungkinan diretas oleh orang lain. Selain itu, bitcoin juga menerapkan teknologi blockchain yang akan mencatat semua transaksi bitcoin secara transparan, kita bisa melihat transaksi pihak lain walaupun tidak mengetahui identitas pihak tersebut. Hal terakhir yang menjadi nilai jual tersendiri untuk bitcoin adalah bitcoin sulit dilacak sehingga menjadikannya susah untuk dikenai pajak karena transaksi bitcoin dilakukan secara P2P.

Cryptocurrency, khususnya bitcoin semakin naik daun sebagi komoditas investasi. Anonimitas, berperan sebagai mata uang global, keuntungan yang terlampau besar saat melakukan jual beli mata uang digital, dan kelebihan-kelebihan lainnya menjadi faktor yang menyebabkan semakin menjamurnya cryptocurrency serta menjadikannya lebih menggiurkan jika dibandingkan dengan instrumen saham lainnya.

Namun tak dapat dipungkiri jika cryptocurrency juga memiliki sisi gelap. Beberapa tahun silam, bitcoin dihebohkan dengan tertangkapnya aksi perdagangan barang-barang ilegal yang melibatkan pembayaran dengan bitcoin dengan jumlah yang sangat besar. Tingginya tingkat keamanan bitcoin seringkali digunakan sebagai wadah pencucian uang dan aktivitas illegal. Hal ini yang menjadi sumber perdebatan bagi para ekonom karena munculnya berbagai spekulasi terkait warna asli dari cryptocurrency. Jadi, akankah cryptocurrency menjadi sebuah lifestyle baru dengan keuntungan yang menggiurkan sekaligus bencana baru bagi kestabilan perekonomian suatu negara?

Ikuti perjalanan teknologi dan COMPFEST X melalui media sosial kami di Instagram @COMPFEST, Twitter @COMPFEST, dan situs utama kami compfest.web.id. (Press/Ayu)

Sumber Referensi :

https://blockgeeks.com/guides/what-is-cryptocurrency/

https://www.businessinsider.sg/basis-investment-gv-andreessen-horowitz-lightspeed-2018-4/?r=US&IR=T

https://www.techrepublic.com/article/how-the-new-cybercriminals-use-cryptocurrency-to-commit-cybercrimes/

https://www.techinasia.com/bought-bitcoin-heres-learned

© 2019 COMPFEST